Penerapan penggunaan nilai pasar wajar merupakan hal yang baru dalam dunia akuntansi untuk aset tetap di Indonesia. Apalagi standar tersebut baru berlaku mulai tahun 2008. Selayaknya kemungkinan penerapan-penerapan standar baru, permasalahan baik yang potensial maupun yang sudah terjadi sangat mungkin terjadi.

Di dalam PSAK 16 revisi tahun 2007, definisi mengenai nilai wajar ada pada paragraf ke 6, yang berbunyi:

“Jumlah yang dipakai untuk mempertukarkan suatu aset antar pihak-pihak yang berkepentingan dan memiliki pengetahuan yang memadai dalam suatu transaksi dengan wajar (arm’s length transactions).”

Selanjutnya disebutkan juga bahwa nilai wajar tersebut ditentukan oleh penilai profesional dengan menggunakan dasar bukti pasar untuk tanah dan bangunan. Sedangkan untuk pabrik dan peralatan biasanya penilai profesional menggunakan pertimbangan profesional untuk menentukan nilai pasar wajarnya. Dalam hal sulit untuk mengetahui nilai pasar wajar dari aset, perusahaan bisa menggunakan pendekatan biaya penggantian yang terdepresiasi sebagai dasar estimasi nilai pasar wajar.

Artinya, di dalam PSAK sendiri tidak dijelaskan metode seperti apa yang bisa dipakai oleh penilai untuk menentukan nilai pasar wajar dari aset. PSAK hanya menunjukkan bahwa penilaian tersebut dilakukan dengan menggunakan jasa dari penilai independen. Alasan mengenai tidak adanya pedoman yang lebih lengkap dalam penentuan nilai pasar wajar di dalam PSAK mungkin disebabkan oleh di dalam profesi penilai sendiri telah ada metode-metode yang mereka kembangkan untuk penilaian aset.

Di dalam PSAK 16 tersebut hanya diberikan pedoman ketika nilai wajar dari aset tetap sulit untuk ditentukan maka estimasi nilai wajar tesebut dilakukan dengan menggunakan nilai pengganti yang terdepresiasi (depreciated replacement cost). Depreciated replacement cost berarti penggunaan replacement cost dengan memperhitungkan pengaruh adanya depresiasi aset yang bersangkutan pada periode sebelumnya.

Contoh penerapan depreciated replacement cost adalah dengan menggunakan ilustrasi yang diambil dari buku IFRS 2008, Interpretation and Application of International Accounting and Financial Reporting Standard. Buku tersebut memberikan ilustrasi yang cukup jelas tentang penggunaan depreciated replacement cost untuk aset yang sulit diketahui nilai wajarnya.

Kutipan dari buku tersebut adalah:

IAS 16 suggests that fair value is usually determined by appraisers, using market-based evidence. Market values can also be used for machinery and equipment, but since such items often do not have readily determinable market values, particularly if intended for specialized applications, they may instead be valued at depreciated replacement cost.

Example of depreciated replacement cost (sound value) as a valuation approach :

An asset acquired January 1, 2005 at a cost of € 40,000 was expected to have a useful economic life of 10 years. On January 1, 2008, it is appraised as having a gross replacement cost of € 50,000.

The sound value, or depreciated replacement cost, would be 7/10 x € 50,000 or € 35,000. This compares with a book, or carrying value of € 28,000 at the same date. Mechanically, to accomplish a revaluation at January 1, 2008, the asset should be written up by € 10,000 (i.e from € 40,000 to € 50,000 gross cost) and the accumulated depreciation should be proportionally written up by € 3,000 (from € 12,000 to € 15,000).

Under IAS 16, the net amount of the revaluation adjustment, € 7,000 would be recognized in other comprehensive income and accumulated in revaluation surplus, an additional equity account.

Berdasarkan ilustrasi tersebut dapat dibuat jurnal yang berkaitan yaitu:

Fixed Assets                                                   10.000

Accumulated Depreciation                                              3.000

Accumulated in Revaluation Surplus                              7.000

Akibat dari jurnal tersebut di neraca adalah:

PT XYZ

(Neraca Parsial)

Per 31 Desember 2008

Aset

…………………………………………………

Fixed Assets                                                     50.000

Accumulated Depreciation                             15.000

………………………………………………….

Total Aset

Utang dan Ekuitas

…………………………………………………

Accumulated in Revaluation Surplus              7.000

………………………………………………..

Total Utang dan Ekuitas

(dari berbagai sumber)