Dari berbagai literatur tentang akuntansi terdapat beberapa definisi mengenai akuntansi, masing-masing menggunakan argumentasi untuk mendukung pernyataan mereka. Diantara definisi tersebut antara lain, definisi yang disampaikan oleh The Committee on Terminology of The American Institute of Certified Public Accountant (AICPA). Menurut komite tersebut, akuntansi yang didefinisikan melalui The Handbook of Accounting adalah: “Accounting is a service activity. Its function is to provide quantitatve information, primarily financial in nature about economic entities that is intended to useful in making economic decisions, in making resolved choices among alternative courses of action.” Definisi akuntansi lain menurut Perpustakaan Online yaitu “akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya.”

Sedangkan menurut Warren, Reeve, dan Fess dalam bukunya Accounting Principle, akuntansi adalah “sistem informasi yang memberikan laporan kepada pihak-pihak berkepentingan mengenai kegiatan ekonomi dan kondisi perusahaan.”
Dari definisi-definisi tersebut yang dapat digarisbawahi adalah fungsi akuntansi sebagai sarana untuk melaporkan informasi-informasi yang bersifat kuantitatif. Dalam hal ini informasi-informasi tersebut terutama adalah informasi mengenai kondisi keuangan dan kinerja sebuah entitas. Informasi tersebut ditujukan kepada berbagai pihak terutama pihak-pihak yang memerlukan informasi tersebut.
Di dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan sendiri disebutkan para pengguna informasi keuangan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Pihak Internal Perusahaan
Karyawan
Karyawan dan kelompok-kelompok yang mewakili mereka tertarik dengan profitabilitas dan stabilitas perusahaan.
2. Pihak Eksternal Perusahaan
a. Investor
Pemilik dari modal yang mempunyai risiko tinggi dan penasihat mereka berkepentingan dengan risiko yang melekat serta hasil pengembangan dari investasi yang mereka lakukan.
b. Pemberi Pinjaman
Pemberi pinjaman tertarik dengan informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah pinjaman dan bunganya dapat dibayar oleh perusahaan pada saat jatuh tempo.
c. Pemasok dan Kreditor Usaha Lainnya
Pemasok dan kreditor usaha lainnya tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah jumlah yang terutang dapat dibayar pada saat jatuh tempo.
d. Pelanggan
Para pelanggan berkepentingan dengan informasi mengenai kelangsungan hidup perusahaan, terutama kalau mereka terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan atau bergantung pada perusahaan.
e. Pemerintah
Pemerintah dan berbagai lembaga yang berada dibawah kekuasaannya berkepentingan dengan alokasi sumber daya dan karena itu berkepentingan dengan aktivitas perusahaan. Misalnya mengatur aktivitas perusahaan, menetapkan kebijakan pajak, dan sebagai dasar untuk menyusun statistik pendapatan nasional dan statistik lainnya.
f. Masyarakat
Perusahaan mempengaruhi masyarakat dalam berbagai cara. Misalnya, perusahaan memberikan kontribusi yang berarti dalam perekonomian nasional, termasuk jumlah orang yang diperkerjakan dan perlindungan terhadap penanam modal domestik
Banyaknya pengguna laporan keuangan yang tentu saja memiliki berbagai latar belakang terutama tujuan dari aktivitas mereka membuat laporan keuangan seharusnya disusun dan disajikan agar dapat dipakai dan dipahami oleh para pemakai. Hanya saja informasi yang disediakan dalam laporan keuangan tetap merupakan informasi keuangan yang bersifat umum dan bukan informasi keuangan yang bersifat khusus untuk pemakai informasi tertentu. Di dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan disebutkan bahwa karena investor merupakan pemilik dari modal yang memiliki risiko tinggi bagi perusahaan, maka ketentuan yang memenuhi kebutuhan mereka juga akan memenuhi sebagian besar kebutuhan pengguna yang lain.
Laporan keuangan yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan seharusnya adalah laporan keuangan yang memiliki karakteristik kualitatif laporan keuangan. Di dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan, yang dimaksud dengan karakteristik kualitatif sendiri adalah atribut yang membuat informasi keuangan bisa berguna bagi pemakainya. Jadi laporan keuangan yang memiliki karakteristik kualitaif laporan keuangan adalah laporan keuangan yang memuat informasi keuangan yang bisa berguna bagi pemakainya.
Karakteristik kualitatif laporan keuangan tersebut adalah:
1. Dapat Dipahami (Understandability)
Laporan keuangan seharusnya dapat mudah dipahami oleh mereka yang memiliki pengetahuan yang memadai tentang aktivitas bisnis dan ekonomi, akuntansi serta kemauan untuk mempelajari informasi dengan ketekunan yang wajar.
2. Relevan (Relevance)
Laporan keuangan yang memenuhi kualitas informasi yang relevan adalah informasi yang dapat mempengaruhi keputusan ekonomi penggunanya dengan membantu pengguna tersebut dalam mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini, atau masa depan, menegaskan, atau mengkoreksi hasil evaluasi pengguna di masa laiu. Kualitas informasi yang relevan juga didukung dengan aspek materialitas. Informasi dipandang sebagai informasi yang material adalah jika kelalaian untuk mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat informasi tersebut dapat mempengaruhi keputusan yang diambil dengan dasar informasi tersebut.
3. Keandalan (Reliability)
Kriteria sebuah informasi dapat dikatakan sebagai informasi yang andal adalah:
a. Disajikan secara jujur (faithful representation)
b. Substansi mengungguli bentuk (substance over form)
c. Netralitas (neutrality)
d. Pertimbangan Sehat (prudence)
e. Kelengkapan (completeness)
4. Dapat dibandingkan (Comparability)
Informasi dalam laporan keuangan harus dapat dibandingkan baik secara periodik maupun perbandingan vertikal dengan perusahaan lain.Sesuai dengan karakteristik kualitatif laporan keuangan, dalam mengambil keputusan bisnisnya dengan menggunakan laporan keuangan sebagai dasar pengambilan keputusan investor biasanya akan menggunakan data yang bersifat komparatif. Aspek komparatif lebih banyak dipakai karena kebanyakan investor tidak memiliki akses yang cukup terutama untuk mengetahui karateristik kualitatif untuk informasi yang bersifat reliabel.
Komparatif dalam karakteristik informasi keuangan seperti telah disebutkan sebelumnya diartikan sebagai komparatif dalam periode maupun komparatif dengan perusahaan lain. Komparatif secara periode artinya investor membandingkan data sekarang dengan data-data periode sebelumnya untuk membandingkan kinerja perusahaan tersebut apakah mengalami peningkatan ataukah penurunan. Sedangkan komparatif dengan perusahaan lain yaitu membandingkan kinerja beberapa perusahaan dengan menggunakan laporan keuangan. Investor perlu membandingkan beberapa perusahaan karena tentunya investor ingin menginvestasikan uangnya di perusahaan dengan kinerja yang paling bagus.
Untuk mendukung unsur keterbandingan tersebut, terutama keterbandingan yang bersifat horizontal, yaitu dapat dibandingkan dengan perusahaan lain, diperlukanlah suatu standar atau patokan yang lazim diterima secara umum. Di dalam akuntansi standar tersebut umum dikenal dengan nama Prinsip-prinsip akuntansi yang diterima secara umum atau GAAP (Generally Accepted Accounting Principles). Di Indonesia sendiri GAAP dikodifikasikan dan dikenal dengan nama Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK).

(dari berbagai sumber)