<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>catatan di kala senggang</title>
	<atom:link href="http://asil4dworld.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://asil4dworld.wordpress.com</link>
	<description>miscellaneous thoughts</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Jan 2012 07:56:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='asil4dworld.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>catatan di kala senggang</title>
		<link>http://asil4dworld.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://asil4dworld.wordpress.com/osd.xml" title="catatan di kala senggang" />
	<atom:link rel='hub' href='http://asil4dworld.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Alternatif dalam Penentuan Nilai Wajar</title>
		<link>http://asil4dworld.wordpress.com/2010/04/13/alternatif-dalam-penentuan-nilai-wajar/</link>
		<comments>http://asil4dworld.wordpress.com/2010/04/13/alternatif-dalam-penentuan-nilai-wajar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Apr 2010 08:27:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asil4dworld</dc:creator>
				<category><![CDATA[my world]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asil4dworld.wordpress.com/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[Masalah mendasar dengan penggunaan nilai wajar atau nilai sekarang adalah adalah sulitnya menentukan konsep nilai sekarang yang tepat untuk menilai suatu aset. Menurut W. Erwin Diewert dari Departement of Economics, University of British Columbia, terdapat beberapa pendekatan dan teori yang bisa digunakan untuk dasar penentuan nilai wajar aset. 1. Biaya Historis yang disesuaikan dengan Tingkat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asil4dworld.wordpress.com&amp;blog=1172196&amp;post=210&amp;subd=asil4dworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masalah mendasar dengan penggunaan nilai wajar atau nilai sekarang adalah adalah sulitnya menentukan konsep nilai sekarang yang tepat untuk menilai suatu aset. Menurut W. Erwin Diewert dari Departement of Economics, University of British Columbia, terdapat beberapa pendekatan dan teori yang bisa digunakan untuk dasar penentuan nilai wajar aset.</p>
<p><span id="more-210"></span></p>
<p><strong>1. </strong><strong>Biaya Historis yang disesuaikan dengan Tingkat Daya Beli (<em>Purcahsing Power Adjusted Historical Costing</em>)</strong></p>
<p>Metode ini menggambarkan pembentukan nilai sekarang dari aset yang dimiliki oleh perusahaan dengan menyesuaikan harga perolehan menggunakan tingkat harga umum (general price level). Tingkat harga umum biasa disebut juga dengan tingkat inflasi umum.</p>
<p>Metode pembentukan nilai sekarang (nilai pasar wajar) pada akhir periode akuntansi bekerja sebagai berikut misalkan sebuah aset dibeli pada awal periode akuntansi  pada harga P0 dan tingkat depresiasi D dan tingkat harga umum selama periode 0 adalah i, jadi tingkat harga umum pada  akhir periode dibagi dengan tingkat harga umum pada awal periode adalah (1+ i). Kemudian nilai suatu aset dengan menggunakan akuntansi dengan biaya historis dalam suatu periode adalah (1- D)P. sedangkan nilai yang disesuaikan dengan tingkat harga secara umum (general price level) adalah:</p>
<p>V<sub>GPLA</sub> (P1)= (1- D) x (1+ i) x P0</p>
<p>Keuntungan dari penggunaan metode ini dalam rangka menentukan nilai aset saat ini dengan basis periode ke periode adalah sifatnya yang relatif sederhana (simple), yaitu nilai historis awal akan disesuaikan dengan tingkat inflasi umum, yaitu (1 + i).</p>
<p>Kelemahan utama dari penggunaan metode ini adalah dalam penentuan indeks harga umum. Dalam hal ini nilai pasar wajar dari aset tidak akan sama dengan nilai yang disesuaikan melalui indeks harga umum kecuali jika indeks inflasi atas aset tersebut sama dengan indeks inflasi harga secara umum.</p>
<p>Salah satu alternatif paling sederhana dalam penentuan indeks pada metode ini adalah dengan menggunakan tingkat inflasi untuk komoditas yang diperjualbelikan secara luas (misalnya emas) sebagai indeks inflasi umum. Alternatif lain adalah dengan menggunakan tingkat kenaikan dari nilai tukar mata uang suatu negara dibandingkan dengan mata uang yang stabil. Hanya saja inflasi umum antara akhir periode dengan awal periode akuntansi dapat dilihat dengan lebih baik apabila digunakan perubahan harga atas gabungan barang-barang (indeks gabungan). Walapun mungkin penentuan indeks dalam dalam metode ini terkesan banyak kekurangan tetapi penyesuaian biaya historis dengan indeks harga umum akan lebih mencerminkan nilai saat ini daripada nilai historis murni.</p>
<p><strong>2. </strong><strong>Nilai Realisasi Bersih atau Nilai Keluaran.</strong></p>
<p>Menurut Edwards and Bell (1961) <em>exit value </em>adalah harga maksimum dari aset yang saat ini ditahan apabila dijual dan dikurangi dengan biaya transaksi. Dengan sebutan lain exit value disebut juga dengan nilai realisasi bersih (net relizable value) dari aset). Terdapat beberapa kritik yang dilakukan menyangkut penggunaan nilai realisasi bersih. Terutama adalah nilai ini mempunyai kelemahan dalam segi objektivitas. Maksudnya penentuan harga jual atas aset yang sebenarnya tidak ditujukan untuk dijual akan menimbulkan kesulitan karena dua penilai yang berbeda sangat mungkin membuat hasil yang berbeda dalam penerapan net realizable value. Selain itu entitas yang tidak memiliki pengetahuan pasar yang mencukupi tentang penjualan aset (karena memang bukan bidangnya) tentu akan kesulitan menentukan nilai yang lebih tepat.</p>
<p><strong>3. </strong><strong>Biaya penggantian kembali atau nilai masukan (<em>Replacement Costs or Entry Values</em>)</strong></p>
<p>Yang dimaksud dengan replacement cost atau entry value adalah “Biaya penggantian kembali adalah jumlah uang yang harus dibebankan pada saat ini untuk memproduksi kembali properti fisik yang sama dengan yang ada saat ini” Hammond V. Hayes (1913;618)</p>
<p>Metode ini seperti halnya yang dianjurkan di dalam PSAK 16 Revisi 2007. Hanya saja dalam PSAK tersebut yang dipakai adalah discounted replacement cost. Yaitu penggunaan replacement cost dengan mepertimbangkan pengaruh depresiasi.</p>
<p>Replacement cost biasanya akan bernilai lebih tinggi dibandingkan dengan net realizable value karena dalam net relizable value nilai tersebut harus dikurangi dengan biaya transaksi.</p>
<p><strong>4. </strong><strong>Aliran Kas Masa Depan yang Didiskonto (<em>Discounted Future Cash Flows</em>)</strong></p>
<p>Sebuah aset dimiliki perusahaan dengan tujuan untuk memberikan manfaat ekonomis bagi perusahaan. Aset tetap yang dimiliki perusahaan untuk lebih dari satu periode berarti diharapkan untuk bisa memberikan aliran manfaat ekonomis juga untuk lebih dari satu periode. Penentuan nilai untuk aset tersebut bisa dilakukan dengan menjumlahkan seluruh nilai kemampuan ekonomis yang mungkin dihasilkan oleh aset tersebut.</p>
<p>Cara perhitungan yang dilakukan adalah dengan membuat estimasi tentang penghasilan yang akan diterima dari beroperasinya aset tersebut. Kemudian menjumlahkan nilai yang diperoleh dengan mempertimbangkan tingkat diskonto. Didapatkan nilai sekarang dari aset yang bersangkutan.</p>
<p>Kelemahan dalam penggunaan metode ini adalah dalam penentuan estimasi arus kas masa depan yang akan diterima oleh perusahaan. selain itu pendapatan yang diterima perusahaan merupakan hasil kerja bersama sekelompok aset yang dimiliki oleh perusahaan, dan akan sulit untuk menentukan proporsi nilai yang diperoleh ke dalam masing-masing aset secara tepat.</p>
<p><strong>5. </strong><strong>Nilai Historis yang disesuaikan dengan Tingkat harga Tertentu (<em>SPLA Historical Costs</em>)</strong></p>
<p>Metode ini menggambarkan pembentukan nilai sekarang dari aset yang dimiliki oleh perusahaan dengan menyesuaikan harga perolehan menggunakan tingkat harga khusus (<em>special price level</em>). Tingkat harga khusus merupakan tingkat inflasi individu untuk jenis barang tertentu (dalam hal ini berarti aset tetap tertentu).</p>
<p>Metode pembentukan nilai sekarang (nilai pasar wajar) pada akhir periode akuntansi bekerja sebagai berikut misalkan sebuah aset dibeli pada awal periode akuntansi  pada harga P0 dan tingkat depresiasi D dan tingkat harga khusus selama periode 0 adalah i, jadi tingkat harga khusus pada  akhir periode dibagi dengan tingkat harga khusus pada awal periode adalah (1+ i). Kemudian nilai suatu aset dengan menggunakan akuntansi dengan biaya historis dalam suatu periode adalah (1- D)P. sedangkan nilai yang disesuaikan dengan tingkat harga secara umum (<em>general price level</em>) adalah:</p>
<p>V<sub>SPLA</sub> (P1)= (1- D) x (1+ i) x P0</p>
<p>Keuntungan dari penggunaan metode ini dalam rangka menentukan nilai aset saat ini adalah selain sifatnya yang sederhana juga lebih dapat menunjukkan nilai sekarang dari sebuah aset tetap tertentu</p>
<p>Dari kelima contoh penentuan nilai wajar tersebut, tidak dapat dikatakan model mana yang paling baik dalam menentukan nilai wajar. Masing-masing model tersebut memiliki karakteristik tersendiri. Yaitu tergantung kepada kondisi dan data-data yang diperoleh oleh penilai serta jenis dari aset tetap yang akan dinilai kembali. Sebagai contoh untuk aset tetap yang digunakan untuk produksi perusahaan, model arus kas mungkin lebih cocok karena arus kas yang dapat dihasilkan oleh aset tetap tersebut lebih dapat ditentukan. Sedangkan untuk aset tetap lain yang tidak ditujukan langsung untuk proses produksi seperti tanah, nilai aset tetap tersebut mungkin tidak cocok jika ditentukan dengan metode arus kas. Model yang lebih cocok untuk penentuan kembali nilai pasar wajar dari aset tetap berupa tanah misalnya adalah model nilai realisasi bersih <em>(exit value),</em> yaitu nilai yang didapat jika tanah tersebut dijual.</p>
<p><em>(dari berbagai sumber)</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asil4dworld.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asil4dworld.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asil4dworld.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asil4dworld.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asil4dworld.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asil4dworld.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asil4dworld.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asil4dworld.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asil4dworld.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asil4dworld.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asil4dworld.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asil4dworld.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asil4dworld.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asil4dworld.wordpress.com/210/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asil4dworld.wordpress.com&amp;blog=1172196&amp;post=210&amp;subd=asil4dworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asil4dworld.wordpress.com/2010/04/13/alternatif-dalam-penentuan-nilai-wajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cace312dba25924c0e803df2b92e3e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asil4dworld</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengaruh Pelaksanaan Revaluasi Aset Tetap dalam Perhitungan Pajak</title>
		<link>http://asil4dworld.wordpress.com/2010/04/13/pengaruh-pelaksanaan-revaluasi-aset-tetap-dalam-perhitungan-pajak/</link>
		<comments>http://asil4dworld.wordpress.com/2010/04/13/pengaruh-pelaksanaan-revaluasi-aset-tetap-dalam-perhitungan-pajak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Apr 2010 07:47:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asil4dworld</dc:creator>
				<category><![CDATA[my world]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asil4dworld.wordpress.com/?p=203</guid>
		<description><![CDATA[Penentuan nilai dalam aset tetap dengan menggunakan model revaluasi berhubungan dengan penentuan nilai tercatat dari aset. Penentuan nilai tercatat dari aset erat kaitannya dengan perhitungan beban depresiasi dan dalam hal revaluasi aset berarti berhubungan juga dengan perubahan nilai aset entah itu berupa penurunan nilai maupun kenaikan nilai aset tersebut. Beban depresiasi berhubungan langsung dengan penentuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asil4dworld.wordpress.com&amp;blog=1172196&amp;post=203&amp;subd=asil4dworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penentuan nilai dalam aset tetap dengan menggunakan model revaluasi berhubungan dengan penentuan nilai tercatat dari aset. Penentuan nilai tercatat dari aset erat kaitannya dengan perhitungan beban depresiasi dan dalam hal revaluasi aset berarti berhubungan juga dengan perubahan nilai aset entah itu berupa penurunan nilai maupun kenaikan nilai aset tersebut. Beban depresiasi berhubungan langsung dengan penentuan pajak penghasilan yang harus dibayar perusahaan. Kenaikan nilai aset juga merupakan penambahan pembayaran pajak bagi perusahaan. Jadi perlakuan akuntansi untuk aset tetap dengan menggunakan model revaluasi sangat berkaitan dengan perhitungan pajak pengahsilan perusahaan.</p>
<p><span id="more-203"></span></p>
<p>Dalam kaitannya dengan revaluasi aset, pemerintah melalui menteri keuangan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan nomor 79 tentang Revaluasi Aset Tetap. Peraturan tersebut mengatur tentang prosedur dan tata cara revaluasi aset dan perlakuan perpajakan yang dapat dilakukan sehubungan dengan pelaksanaan revaluasi aset tetap oleh perusahaan. Peraturan tersebut dikeluarkan menggantikan peraturan lama yang dibuat tahun 2003. Peraturan tersebut juga dikeluarkan pada tidak lama setelah Ikatan Akuntan Indonesia melakukan revisi terhadap PSAK nomor 16 tentang Aset Tetap.</p>
<p>Peraturan tersebut memang dibuat terpisah, maksudnya peraturan pajak dibuat dalam rangka perhitungan pajak dan standar akuntansi dibuat untuk mengatur pelaporan keuangan perusahaan. hanya saja pelaporan keuangan dan perhitungan pajak bukanlah dua hal yang terpisah secara keseluruhan. Kedua peraturan tersebut saling berkaitan antara yang satu dengan yang lain. Sehingga perbedaan dalam kedua peraturan tersebut dapat menimbulkan permasalahan.</p>
<p>PMK 79 tahun 2008 tentang Penilaian Kembali Aktiva Tetap untuk Tujuan Pajak Penghasilan memiliki perbedaan yang cukup pokok dengan PSAK 16 tahun 2007. Perbedaan tersebut terdapat dalam hal aturan mengenai mekanisme revaluasi aset, yang antara lain revaluasi aset harus melalui izin dari Direktur Jenderal Pajak. Beberapa perbedaan lain dapat dikumpulkan sebagai berikut:</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="440">
<tbody>
<tr>
<td width="213"><strong>Aturan   Menurut PMK 79 tahun 2008</strong></td>
<td width="227"><strong>Aturan   Menurut PSAK 16</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="213" valign="top">Penilaian kembali aset tetap Perusahaan dilakukan   terhadap :</p>
<p>a.  Seluruh aset tetap berwujud, termasuk tanah yang   berstatus hak milik atau hak guna bangunan; atau</p>
<p>b. seluruh aset tetap berwujud tidak termasuk tanah,   yang terletak atau berada di Indonesia, dimiliki, dan dipergunakan untuk   mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan yang merupakan Objek Pajak   (Pasal 3 ayat 1);</td>
<td width="227" valign="top">Revaluasi   yang dilakukan pada sekelompok aset dengan kegunaan yang serupa dilaksanakan   secara bersamaan (paragraf 36)</td>
</tr>
<tr>
<td width="213" valign="top">Penilaian   kembali aset tetap perusahaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dapat   dilakukan kembali sebelum lewat jangka waktu 5 (lima) tahun terhitung sejak   penilaian kembali aset tetap perusahaan terakhir yang dilakukan berdasarkan   Peraturan Menteri Keuangan ini (Pasal 3 ayat 2);</td>
<td width="227" valign="top">Frekuensi pelaksanaan revaluasi sendiri tergantung pada perubahan niali   wajar suatu aset. Jika nilai wajar yang tercatat berbeda secara material   dengan nilai revaluasi, maka revaluasi lanjutan perlu dilaksanakan. Untuk   aset tetap yang mempunyai perubahan nilai wajar secara fluktuatif dan   sifatnya signifikan, revaluasi dapat dilaksanakan tiap tahun. Sedangkan untuk   beberapa aset lain yang tidak mengalami perubahan secara fluktuatif dan   signifikan, revaluasi tidak perlu dilaksanakan setiap tahun. Untuk aset   seperti itu revaluasi dapat dilakukan setiap tiga tahun atau lima tahun.   (Paragraf 34)</td>
</tr>
<tr>
<td width="213" valign="top">Selisih   lebih penilaian kembali aset tetap perusahaan di atas nilai sisa buku   komersial semula setelah dikurangi dengan Pajak Penghasilan sebagaimana   dimaksud dalam Pasal 5 harus dibukukan dalam neraca komersial pada perkiraan   modal dengan nama “Selisih Lebih Penilaian Kembali Aset Tetap Perusahaan   Tanggal ……………… “ (Pasal 9 ayat 1);</td>
<td width="227" valign="top">Jika   jumlah tercatat aset meningkat akibat revaluasi, kenaikan tersebut langsung   dikredit ke ekuitas pada bagian surplus revaluasi. Namun, jika revaluasi   tersebut merupakan revaluasi lanjutan setelah revaluasi pertama maka kenaikan   atas revaluasi harus diakui dalam laporan laba rugi hingga sebesar jumlah   penurunan nilai aset akibat revaluasi yang pernah diakui sebelumnya dalam   laporan laba rugi.</p>
<p>Jika   jumlah tercatat aset turun akibat revaluasi, penurunan tersebut diakui dalam   laporan laba rugi. Namun, penurunan nilai akibat revaluasi tersebut langsung   didebit ke ekuitas pada bagian surplus revaluasi selama penurunan tersebut   tidak melebihi saldo kredit surplus revaluasi untuk aset tersebut.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Perbedaan aturan dalam perhitungan pajak menurut akuntansi dan pajak telah diantisipasi sendiri oleh pemerintah, yaitu dengan adanya peraturan mengenai rekonsiliasi fiskal, yaitu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 138 tahun 2000.</p>
<p><em>Ilustrasi 3</em></p>
<p><em>Sebuah perusahaan ingin mengubah pencatatan akuntansi untuk aset tetapnya dari sebelumnya menggunakan model biaya menjadi menggunakan model revaluasi. Penentuan masa manfaat dan metode penyusutan yang dipakai oleh perusahaan sudah sama dengan peraturan pajak sehingga tidak ada efek pajak tangguhan karena perbedaan perhitungan nilai penyusutan. Perusahaan telah mengajukan permohonan revaluasi aset kepada Direktur Jenderal Pajak dan telah disetujui.</em></p>
<p>Perusahaan melakukan revaluasi untuk semua aset tetap yang dimiliki pada awal perusahaan menetapkan perubahan model pencatatan aset tetap. Akibat adanya revaluasi tersebut adalah perusahaan memiliki saldo Selisih Lebih Penilaian Aset Tetap. Efek pajak dari perubahan ini adalah adanya tambahan pajak yang harus dibayar oleh perusahaan, yaitu sebesar 10% dari kenaikan nilai aset perusahaan. Efek pajak tersebut tidak akan ada jika perusahaan mengalami penurunan dalam penilaian aset tetapnya.</p>
<p>Pada tahun berikutnya setelah perusahaan memutuskan untuk mengubah model pencatatan aset tetapnya, perusahaan memutuskan untuk merevaluasi mesin karena perusahaan merasa mesin tersebut mengalami perubahan nilai yang signifikan dan hal itu dibenarkan oleh penilai independen. Sehingga perusahaan membuat jurnal yang berhubungan dengan revaluasi tersebut. Akibat revaluasi pada tahun kedua adalah nilai aset tetap perusahaan berubah dan perusahaan memiliki saldo selisih lebih penilaian aset tetap yang berbeda dari tahun sebelumnya. Efek lain dari berubahnya nilai aset tetap yang dimiliki perusahaan adalah pada perhitungan beban penyusutan aset tetap.</p>
<p>Perhitungan pajak pada tahun kedua tersebut adalah sebagai berikut:</p>
<p>Petugas pajak tidak akan mengakui adanya revaluasi aset yang dilakukan oleh perusahaan dengan dua alasan:</p>
<p>(a)      Revaluasi hanya dilakukan pada sekelompok aset tetap dan bukan pada keseluruhan aset tetap,</p>
<p>(b)      Revaluasi terakhir dilakukan kurang dari lima tahun sebelumnya.</p>
<p>Petugas pajak akan menggunkan nilai yang diakui sebagai nilai perolehan pada periode sebelumnya sebagai dasar perhitungan depresiasi tahun-tahun berikutnya dan bukan nilai yang diperoleh dari revaluasi terakhir perusahaan. Efeknya adalah perusahaan akan menghitung pajak dengan cara yang sangat berbeda dengan perhitungan pajak menurut petugas pajak. Perbedaan tersebut termasuk penentuan nilai yang dapat didepresiasikan yang akan selalu berbeda pada setiap periode ketika perusahaan melakukan revaluasi.</p>
<p>Perbedaan pada nilai yang dapat didepresiasikan (depreciable value) tersebut disebabkan oleh:</p>
<ol>
<li>Nilai perolehan menurut catatan perusahaan akan berubah seiring adanya revaluasi aset.</li>
<li>Karena revaluasi aset lanjutan tersebut tidak diakui oleh pajak, nilai perolehan yang diakui oleh pajak adalah nilai sebelum adanya revaluasi aset lanjutan atau nilai sebelum adanya revaluasi yang tidak sesuai dengan aturan revaluasi menurut PMK 79 tahun 2008</li>
</ol>
<p>Perbedaan tersebut dapat semakin bertambah pada periode-periode berikutnya karena mungkin saja perusahaan melakukan revaluasi aset untuk aset tetap lainnya sesuai dengan aturan menurut PSAK 16 Revisi 2007.</p>
<p>Penyelesaian dari perbedaan tersebut, dengan aturan yang masih ada saat ini, adalah dengan melakukan rekonsiliasi fiskal. Rekonsiliasi fiskal tersebut dilakukan dengan menghilangkan efek yang terutama berhubungan dengan penentuan nilai yang dapat didepresiasikan dan mengabaikan selisih lebih penilaian aset atas revaluasi yang tidak diperbolehkan oleh aturan pajak</p>
<p><em>(dari berbagai sumber)</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asil4dworld.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asil4dworld.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asil4dworld.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asil4dworld.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asil4dworld.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asil4dworld.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asil4dworld.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asil4dworld.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asil4dworld.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asil4dworld.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asil4dworld.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asil4dworld.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asil4dworld.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asil4dworld.wordpress.com/203/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asil4dworld.wordpress.com&amp;blog=1172196&amp;post=203&amp;subd=asil4dworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asil4dworld.wordpress.com/2010/04/13/pengaruh-pelaksanaan-revaluasi-aset-tetap-dalam-perhitungan-pajak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cace312dba25924c0e803df2b92e3e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asil4dworld</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perubahan dalam Metode Pencatatan dan Pengaruhnya terhadap Pelaporan Keuangan atas Perlakuan Akuntansi Menurut PSAK 16 Revisi 2007</title>
		<link>http://asil4dworld.wordpress.com/2010/04/13/perubahan-dalam-metode-pencatatan-dan-pengaruhnya-terhadap-pelaporan-keuangan-atas-perlakuan-akuntansi-menurut-psak-16-revisi-2007/</link>
		<comments>http://asil4dworld.wordpress.com/2010/04/13/perubahan-dalam-metode-pencatatan-dan-pengaruhnya-terhadap-pelaporan-keuangan-atas-perlakuan-akuntansi-menurut-psak-16-revisi-2007/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Apr 2010 07:40:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asil4dworld</dc:creator>
				<category><![CDATA[my world]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asil4dworld.wordpress.com/?p=199</guid>
		<description><![CDATA[Tidak semua standar akuntansi bersifat mutlak dan absolut. Maksudnya untuk satu transaksi tertentu mungkin terdapat beberapa pilihan atau alternatif perlakuan akuntansi. Prinsip utama dalam akuntansi adalah konsistensi. Artinya perusahaan seharusnya melakukan kebijakan akuntansi yang dipilihnya secara konsisten. Hanya saja konsisten dalam akuntansi juga tidak bersifat mutlak. Yang diperbolehkan menurut PSAK 25 Reformat 2007 adalah perubahan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asil4dworld.wordpress.com&amp;blog=1172196&amp;post=199&amp;subd=asil4dworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak semua standar akuntansi bersifat mutlak dan absolut. Maksudnya untuk satu transaksi tertentu mungkin terdapat beberapa pilihan atau alternatif perlakuan akuntansi. Prinsip utama dalam akuntansi adalah konsistensi. Artinya perusahaan seharusnya melakukan kebijakan akuntansi yang dipilihnya secara konsisten. Hanya saja konsisten dalam akuntansi juga tidak bersifat mutlak.</p>
<p>Yang diperbolehkan menurut PSAK 25 Reformat 2007 adalah perubahan yang memang diatur dalam standar dan perubahan dirasa dapat membantu meningkatkan kualitas laporan keuangan dengan lebih mencerminkan keadaan perusahaan. Perubahan yang melanggar prinsip konsistensi tersebut seharusnya dilakukan secara wajar. Misalnya perubahan yang dilakukan tiap periode bukanlah termasuk perubahan yang bersifat wajar.</p>
<p><span id="more-199"></span></p>
<p>Perubahan dalam perlakuan akuntansi tersebut harus dilaporkan dalam laporan keuangan. Bentuk pelaporan dalam laporan keuangan tersebut ada beberapa cara. Ada perubahan yang harus diikuti dengan pembuatan jurnal sehingga akan mempengaruhi posisi keuangan maupun kinerja perusahaan. Ada juga perubahan yang cukup dilaporkan melalui pengungkapan di dalam catatan atas laporan keuangan.</p>
<p>Menurut Skousen, Stice, Stice dalam bukunya Intermediate Accounting, perubahan-perubahan dalam akuntansi secara umum terbagi atas tiga jenis perubahan. Perubahan-perubahan tersebut adalah:</p>
<ol>
<li>Perubahan dalam estimasi</li>
</ol>
<p>Di dalam akuntansi yang bersifat akrual dikenal adanya estimasi atau perkiraan. Estimasi terutama dilakukan untuk item-item yang tidak dapat diketahui secara pasti. Estimasi bersifat arbitrer tetapi juga harus memenuhi unsur kewajaran. Contoh estimasi dalam akuntansi adalah estimasi terhadap nilai sisa dan masa manfaat dari penggunaan aset tetap.</p>
<ol>
<li>Perubahan dalam prinsip/kebijakan akuntansi</li>
</ol>
<p>Untuk perlakuan akuntansi yang sifatnya bisa memilih, misalnya metode depresiasi, pengakuan kontrak jangka panjang, akuntansi persediaan, terdapat beberapa pilihan metode yang digunakan. Perusahaan harus memilih satu metode yang akan ia gunakan secara konsisten dalam perlakuan akuntansi untuk bisnisnya. Hanya saja sangat mungkin perusahaan ingin mengganti metode yang ia pilih dengan metode lain. Contohnya adalah perubahan metode depresiasi dari garis lurus menjadi jumlah angka tahun, atau perubahan pencatatn persedian dari LIFO menjadi FIFO</p>
<ol>
<li>Perubahan entitas pelaporan</li>
</ol>
<p>Hal ini dapat terjadi misalnya ketika terjadi transaksi pengambilalihan perusahaan. dalam transaksi tersebut bisa terjadi perubahan entitas perusahaan dan perlu dilakuakn juga perubahan dari sisi akuntansinya.</p>
<p>Penggunaan model revaluasian untuk perlakuan akuntansi aset tetap terutama dalam hal pengukuran setelah tanggal perolehan diatur dalam PSAK 16 yang terakhir kali direvisi pada tahun 2007. Standar tersebut mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2008. Artinya baru setelah tanggal tersebut kita akan menemukan perusahaan yang menggunakan model revaluasi dalam mencatat aset tetapnya di Indonesia.</p>
<p>Adanya PSAK 16 revisi tahun 2007 dapat mendorong perubahan juga dalam pencatatan aset tetap. Sebelum adanya PSAK 16 revisi tahun 2007 semua perusahaan di Indonesia tentunya memakai model biaya sebagai dasar untuk melakukan pencatatan akuntansi atas aset tetapnya. Perubahan pencatatan akuntansi untuk aset tetap dari model biaya ke model revaluasi termasuk ke dalam perubahan yang disebabkan adanya standar yang baru. Maksudnya standar yang berlaku sebelumnya, yaitu PSAK 16 revisi 1994, tidak memperbolehkan adanya revaluasi sedangkan standar yang baru, yaitu PSAK 16 revisi 2007, memperbolehkan adanya model revaluasi.</p>
<p>Di dalam PSAK 16 sendiri telah disebutkan mengenai aturan tentang perubahan model ini. Paragraf 43 PSAK 16 revisi 2007 menyebutkan</p>
<p>“Jika entitas mengubah kebijakan akuntansi dari model biaya ke model revaluasi dalam pengukuran aset tetap, maka perubahan tersebut berlaku prospektif”.</p>
<p>Sedangkan paragraf 44 menyatakan</p>
<p>“Paragraf 43 juga berlaku untuk ketentuan transisi”</p>
<p>Hal tersebut berarti perubahan dalam pengukuran aset tetap setelah adanya PSAK 16 revisi 2007 adalah perubahan yang bersifat prospektif. Secara sederhana perubahan yang bersifat prospektif adalah perubahan yang terjadi tersebut tidak berpengaruh terhadap transaksi masa lalu. Perubahan akibat transaksi tersebut hanya berpengaruh pada periode-periode dan transaksi-transaksi yang terjadi setelah perubahan tersebut. Sedangkan dalam paragraf 48 PSAK 25 Reformat 2007 dikatakan</p>
<p>“Perubahan kebijakan akuntansi harus diterapkan secara prospektif jika jumlah penyesuaian terhadap saldo laba awal periode (retained earnings) yang dijelaskan dalam paragraf 45 tidak dapat ditentukan secara wajar”</p>
<p>Paragraf 45 PSAK Reformat 2007 yang dimaksud dalam paragraf 48 tersebut berbunyi</p>
<p>“Suatu perubahan kebijakan akuntansi harus diterapkan secara retrospektif dengan melaporkan jumlah setiap penyesuaian yang terjadi yang berhubungan dengan periode sebelumnya sebagai suatu penyesuaian pada saldo laba awal periode (retained earnings), kecuali jika jumlah tersebut tidak dapat ditentukan secara wajar. Informasi komparatif harus dinyatakan kembali, kecuali jika untuk menyatakannya dianggap tidak praktis”.</p>
<p>Intinya adalah sebuah perubahan kebijakan akuntansi akan dianggap bersifat retrospektif jika penyesuaian terhadap saldo laba akibat perubahan tersebut dapat ditentukan secara wajar. Tetapi jika penyesuaian terhadap saldo laba akibat perubahan tersebut tidak dapat ditentukan secara wajar, perubahan tersebut bersifat prospektif.</p>
<p>Dalam kaitannya dengan perubahan metode pencatatan aset tetap dari model biaya ke model revaluasian, perubahan tersebut disebut dengan peubahan yang bersifat propektif. Hal tersebut sesuai dengan kenyataannya. Yaitu alangkah tidak praktisnya untuk mencari data-data mengenai harga pasar wajar dari aset tetap pada tiap-tiap akhir periode sebelum tanggal dilakukannya revaluasi.</p>
<p>Prospektif dalam hal ini diartikan yaitu pada saat penetapan perubahan model yang digunakan untuk akuntansi aset tetap, dalam hal ini dari model biaya ke model revaluasi, maka nilai buku tercatat dari aset dianggap sebagai harga perolehan untuk metode revaluasi. Nilai buku tercatat berarti nilai perolehan total dari aset dikurangi dengan akumulasi depresiasi dan akumulasi penurunan nilai sampai tanggal penetapan perubahan tersebut. Selanjutnya nilai yang telah ditetapkan sebagai nilai perolehan dengan metode revaluasi tersebut akan dibawa ke periode berikutnya.</p>
<p>Dalam hal perubahan metode pencatatan oleh perusahaan yang sebelumnya pernah melakukan revaluasi aset tetap ketika masih menggunakan model biaya dan masih memiliki sisa saldo selisih nilai revaluasi, perusahaan tersebut terlebih dahulu harus menutup saldo selisih revaluasi. Penutupan saldo selisih revaluasi tersebut dilakukan terhadap saldo laba ditahan sebagai penyesuaian terhadap pendapatan periode sebelumnya. Hal tersebut sesuai dengan paragraf 84 PSAK 16 Revisi 2007 yang berbunyi:</p>
<p>“Entitas yang sebelum penerapan Pernyataan ini pernah melakukan revaluasi aset tetap dan masih memiliki saldo selisih revaluasi aset tetap, maka pada saat penerapan pertama kali Pernyataan ini harus mereklasifikasi seluruh saldo selisih nilai revaluasi aset tetap tersebut ke saldo laba. Hal tersebut harus diungkapkan”.</p>
<p>Ketentuan lain yang diatur dalam ketentuan transisi PSAK 16 Revisi 2007 adalah mengenai perusahaan yang akan menggunakan model biaya setelah perusahaan tersebut melakukan revaluasi sebelum adanya PSAK 16 Revisi 2007. Berdasarkan ketentuan tersebut, perusahaan atau entitas yang telah melakukan revaluasi terhadap aset tetap yang dimilikinya dan kemudian menggunakan model biaya sebagai pilihan pencatatan aset tetapnya, maka nilai yang dihasilkan dari revaluasi tersebut merupakan biaya perolehan atas aset tetap yang bersangkutan. Biaya perolehan yang dihasilkan dari revaluasi tersebut disebut juga dengan biaya pengganti (deemed cost) yang merupakan nilai pada saat PSAK 16 Revisi 2007 ini diterbitkan.</p>
<p><em>(sumber : Standar Akuntansi Keuangan. 2007, IAI)</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asil4dworld.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asil4dworld.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asil4dworld.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asil4dworld.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asil4dworld.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asil4dworld.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asil4dworld.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asil4dworld.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asil4dworld.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asil4dworld.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asil4dworld.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asil4dworld.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asil4dworld.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asil4dworld.wordpress.com/199/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asil4dworld.wordpress.com&amp;blog=1172196&amp;post=199&amp;subd=asil4dworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asil4dworld.wordpress.com/2010/04/13/perubahan-dalam-metode-pencatatan-dan-pengaruhnya-terhadap-pelaporan-keuangan-atas-perlakuan-akuntansi-menurut-psak-16-revisi-2007/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cace312dba25924c0e803df2b92e3e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asil4dworld</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengaruh Penggunaan Nilai Pasar Wajar dalam Perlakuan Akuntansi Aset Tetap</title>
		<link>http://asil4dworld.wordpress.com/2010/04/13/pengaruh-penggunaan-nilai-pasar-wajar-dalam-perlakuan-akuntansi-aset-tetap-2/</link>
		<comments>http://asil4dworld.wordpress.com/2010/04/13/pengaruh-penggunaan-nilai-pasar-wajar-dalam-perlakuan-akuntansi-aset-tetap-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Apr 2010 07:08:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asil4dworld</dc:creator>
				<category><![CDATA[my world]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asil4dworld.wordpress.com/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum adanya PSAK 16 Revisi 2007, semua perusahaan di Indonesia mencatat akuntansi untuk aset tetapnya dengan menggunakan model biaya historis. Perlakuan revaluasi untuk menyajikan kembali nilai aset tetap yang dianggap sudah tidak sesuai lagi dengan nilai saat ini merupakan pelanggaran terhadap standar. Beberapa perusahaan memang melakukan revaluasi. Biasanya revaluasi tersebut dilakukan dengan tujuan tertentu seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asil4dworld.wordpress.com&amp;blog=1172196&amp;post=195&amp;subd=asil4dworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum adanya PSAK 16 Revisi 2007, semua perusahaan di Indonesia mencatat akuntansi untuk aset tetapnya dengan menggunakan model biaya historis. Perlakuan revaluasi untuk menyajikan kembali nilai aset tetap yang dianggap sudah tidak sesuai lagi dengan nilai saat ini merupakan pelanggaran terhadap standar. Beberapa perusahaan memang melakukan revaluasi. Biasanya revaluasi tersebut dilakukan dengan tujuan tertentu seperti untuk memperbaiki posisi keuangan dalam rangka tujuan memperoleh kredit dari bank, proses penjualan perusahaan, ataupun adanya kuasi reorganisasi. Selain tidak adanya standar akuntansi yang memperbolehkan perlakuan revaluasi, perusahaan mungkin juga enggan melakukan revaluasi sehubungan dengan adanya kemungkinan pembayaran pajak tambahan. Pajak tambahan tersebut dapat timbul dari pengakuan atas kenaikan nilai aset tetap akibat adanya revaluasi.</p>
<p><span id="more-195"></span></p>
<p>Pada dasarnya perlakuan awal untuk aset tetap yang disajikan pada harga wajarnya dengan menggunakan model revaluasian sesuai PSAK 16 revisi 2007 adalah sama dengan perlakuan awal dengan menggunakan model biaya. Perlakuan awal tersebut tentunya dimulai ketika perolehan aset yang kemudian diakui sebagai aset tetap karena telah memenuhi syarat untuk diakui sebagai aset tetap. Kesamaan tersebut termasuk dalam komponen-komponen biaya yang dapat dikategorikan sebagai bagian dari nilai perolehan aset tetap.</p>
<p>Perbedaan perlakuan tersebut terutama adalah perlakuan pada saat pengukuran sesudah tanggal perolehan. Didalam model biaya historis pengukuran setelah perolehan dilakukan dengan menentukan nilai buku aset tetap. Nilai buku tersebut diperoleh dari total nilai perolehan dikurangi dengan total beban depresiasi yang dikumpulkan dalam perkiraan akumulasi depresiasi. Di dalam perlakuan akuntansi dengan model revaluasi menurut PSAK 16 Revisi 2007, secara garis besar perlakuan tersebut sama. Titik utama perbedaannya terletak pada penentuan total nilai perolehan dari aset yang bersangkutan dan akumulasi depresiasi yang dimiiki.</p>
<p>Di dalam model biaya historis, total nilai perolehan atas suatu aset tidak akan berubah selama tidak ada transaksi yang berkaitan dengan aset tetap tersebut. Transaksi yang dapat mempengaruhi nilai perolehan aset tetap menurut model biaya historis antara lain adalah pembelian, penjualan, penghapusan, pertukaran aset tetap, dan perbaikan aset tetap yang masuk dalam kategori pengeluaran modal. Nilai perolehan aset tetap tersebut tidak akan berubah walapun terdapat perubahan harga yang signifikan. Nilai aset tersebut hanya akan berubah jika perusahaan melakukan revaluasi, yang dalam hal ini bertentangan dengan standar akuntansi sebelumnya, dan memerlukan perlakuan khusus.</p>
<p>Nilai akumulasi depresiasi dalam akuntansi dengan model biaya historis juga pada umunya hanya akan berubah pada saat pengakuan beban depresiasi. Selain itu transaksi lain yang dapat mengubah nilai akumulasi depresiasi adalah pelepasan aset tetap dan penurunan nilai aset tetap.</p>
<p>Di dalam akuntansi dengan model revaluasi, kedua hal tersebut yaitu nilai perolehan dan akumulasi depresiasi dapat berubah selain dari transaksi yang telah disebutkan sebelumnya. Perubahan tersebut adalah perubahan yang disebabkan karena adanya penilaian kembali aset tetap. Nilai perolehan aset yang dicatat di dalam neraca perusahaan akan berubah seiring dengan perubahan nilai wajar aset tetap yang diketahui dengan melakukan penilaian kembali. Akumulasi depresiasi sendiri akan mengikuti perubahan akibat penilaian kembali tersebut.</p>
<p>Perlakuan akuntansi dengan model revaluasi biasanya akan menghasilkan nilai yang lebih besar daripada nilai yang tercatat dalam buku perusahaan. Salah satu faktor utama yang mendorong hal tersebut adalah adanya inflasi di masayrakat.</p>
<p>Di dalam PSAK 16 revisi 2007 dikatakan bahwa nilai wajar yang disajikan pada laporan keuangan merupakan hasil penilaian yang dilakukan oleh penilai profesional baik dengan menggunakan data-data pasar mapun pertimbangan profesional mereka sendiri. Nilai wajar tersebut akan disajikan dalam laporan keuangan dan akan menghasilkan perkiraan baru yang bernama “selisih/surplus revaluasi aset tetap”. Perkiraan tersebut merupakan bagian dari perhitungan laba komprehensif dan langsung dimasukkan ke dalam bagian ekuitas.</p>
<p>Untuk saldo akumulasi depresiasi sendiri terdapat dua cara yang bisa dilakukan dalam kaitannya dengan pelaksanaan revaluasi. Berdasarkan paragraf 35 PSAK 16 Revisi 2007, perlakuan terhadap depresiasi dapat dilakukan dengan cara:</p>
<ol>
<li>Disajikan kembali secara proporsional sehingga nilai tercatat aset sama dengan nilai hasil revaluasi</li>
<li>Dieliminasi terhadap saldo bruto aset tetap, dan jumlah neto setelah eliminasi disajikan sejumlah nilai revaluasi aset tersebut</li>
</ol>
<p>Contoh pelaksanaan revaluasi:</p>
<p>Sebuah aset yang dimiliki oleh perusahaan pada tahun 20X5 diperoleh dengan nilai X. Perusahaan mengubah metode pencatatan yang dilakukan dengan menggunakan model revaluasi. Pada akhir periode 20X9 aset tersebut dinilai naik menjadi Y. Jurnal yang dilakukan oleh perusahaan tersebut adalah</p>
<p>Alternatif pertama yaitu nilai akumulasi depresiasi disajikan secara proporsional.</p>
<p>Aset Tetap                                    xxxx</p>
<p style="padding-left:60px;">Surplus Revaluasi                                            xxxx</p>
<p style="padding-left:60px;">Akumulasi Depresiasi                                    xxxx</p>
<p>Akibat perubahan dari transaksi tersebut adalah aset tetap di neraca perusahaan pada akhir 20X9 akan disajikan senilai Y dan bukan X. dan di dalam neraca perusahaan perusahaan bagian ekuitas akan ditemukan perkiraan surplus revaluasi senilai perbedaan antara nilai perolehan dengan nilai revaluasi. Akumulasi depresiasi yang berkaitan juga disesuaikan dengan juranl tersebut. Depresiasi selanjutnya juga tetap dilakukan hanya saja dasar depresiasi bukan lagi nilai perolehan melainkan nilai hasil revaluasi.</p>
<p style="padding-left:120px;">PT XYZ</p>
<p style="padding-left:120px;">Neraca (parsial)</p>
<p style="padding-left:120px;">Per 31 Desember 20XX</p>
<p style="padding-left:30px;">Aset</p>
<p style="padding-left:30px;">…………………………………………………</p>
<p style="padding-left:30px;">Aset Tetap                                           xxxx (sebesar nilai revaluasi)</p>
<p style="padding-left:30px;">Akumulasi Depresiasi                         xxxx (disesuaikan dengan jurnal)</p>
<p style="padding-left:30px;">………………………………………………….</p>
<p style="padding-left:30px;">Total Aset</p>
<p style="padding-left:30px;">Utang dan Ekuitas</p>
<p style="padding-left:30px;">…………………………………………………</p>
<p style="padding-left:30px;">Selisih Lebih Revaluasi                        xxxx (selisih nilai perolehan dan nilai revaluasi)</p>
<p style="padding-left:30px;">………………………………………………..</p>
<p style="padding-left:30px;">Total Utang dan Ekuitas</p>
<p>Alternatif kedua adalah dengan menghapuskan saldo akumulasi depresiasi dan mencatat saldo neto sebagai nilai revaluasi.</p>
<p>Akumulasi Depresiasi                         xxxxx</p>
<p>Aset Tetap                                           xxxxx</p>
<p style="padding-left:30px;">Selisih Lebih Revaluasi                                        xxxxx</p>
<p>Akibat dari transaksi tersebut adalah aset tetap di neraca perusahaan pada akhir 20X9 akan disajikan senilai Y dan bukan X. dan di dalam neraca perusahaan perusahaan bagian ekuitas akan ditemukan perkiraan surplus revaluasi senilai perbedaan antara nilai buku dengan nilai revaluasi. Akumulasi depresiasi yang berkaitan dengan aset tersebut tidak ada karena sudah dihapuskan. Depresiasi selanjutnya juga tetap dilakukan hanya saja dasar depresiasi bukan lagi nilai perolehan melainkan nilai hasil revaluasi.</p>
<p style="padding-left:90px;">PT XYZ</p>
<p style="padding-left:90px;">Neraca (parsial)</p>
<p style="padding-left:90px;">Per 31 Desember 20XX</p>
<p style="padding-left:30px;">Aset</p>
<p style="padding-left:30px;">…………………………………………………</p>
<p style="padding-left:30px;">Aset Tetap                                                          xxxx (sebesar nilai revaluasi)</p>
<p style="padding-left:30px;">………………………………………………….</p>
<p style="padding-left:30px;">Total Aset</p>
<p style="padding-left:30px;">Utang dan Ekuitas</p>
<p style="padding-left:30px;">…………………………………………………</p>
<p style="padding-left:30px;">Selisih Lebih Revaluasi                   xxxx (selisih nilai perolehan dan nilai revaluasi)</p>
<p style="padding-left:30px;">………………………………………………..</p>
<p style="padding-left:30px;">Total Utang dan Ekuitas</p>
<p>Perusahaan yang memilih model biaya harus menyesuaikan nilai aset tetap mereka secara teratur. Di dalam PSAK disebutkan revaluasi tersebut dilakukan secara teratur sesuai dengan frekuensi perubahan nilai wajar aset tetap yang bersifat signifikan. Penjelasan lanjutan dalam PSAK 16 Revisi 2007 juga menyebutkan aturan untuk revaluasi yang dilakukan setelah revaluasi yang pertama. Aturan tersebut berbunyi:</p>
<p>Paragraf 39 PSAK 16 Revisi 2007</p>
<p>“Jika jumlah tercatat aset meningkat akibat revaluasi, kenaikan tersebut langsung dikredit ke ekuitas pada bagian surplus revaluasi. Namun kenaikan tersebut harus diakui di dalam laporan laba rugi hingga sebesar jumlah penurunan nilai aset akibat revaluasi yang pernah dilakukan sebelumnya dalam laporan laba rugi.”</p>
<p>Paragraf 40 PSAK 16 Revisi 2007</p>
<p>“Jika jumlah tercatat aset turun akibat revaluasi, penurunan tersebut diakui dalam laporan laba rugi. Namun penurunan nilai akibat revaluasi tersebut langsung didebit ke dalam ekuitas pada bagian surplus revaluasi selama penurunan tersebut tidak melebihi saldo kredit surplus revaluasi untuk aset tersebut.”</p>
<p>Artinya dalam pelaksanaan revaluasi lanjutan, nilai surplus atas revaluasi yang dihasilkan pada revaluasi pertama harus diperhitungkan dalam melakukan revaluasi pada periode berikutnya. Jika terdapat saldo selisih revaluasi yang berlawanan, misalnya sebelumnya mengalami kenaikan akibat reavalusi dan berikutnya mengalami penurunan akibat revaluasi atau sebaliknya, selisih lebih revaluasi periode kedua dan seterusnya tersebut terlebih dahulu digunakan untuk mengelimininasi saldo selisih lebih revaluasi yang ada dari revaluasi pertama.<!--more--></p>
<p>Sedangkan dalam kaitannya dengan perhitungan pajak, selain perbedaan dalam akuntansi dan pajak untuk penentuan masa manfaat, nilai sisa, dan metode depresiasi, penggunaan model revaluasi akan menambah kompleks perbedaan tersebut. Di dalam aturan pajak yaitu Undang-undang nomor 17 tahun 2000 tentang Pajak Penghasilan terdapat aturan bahwa pajak atas revaluasi besarnya adalah 10% dan bersifat final. Artinya pelaksanaan revaluasi yang menambah menambah nilai aset tetap perusahaan akan menyebabkan perusahaan mendapat tambahan beban pembayaran pajak. Sedangkan jika dalam revaluasi tersebut terdapat penurunan tidak ada perlakuan apapun yang terkait dengan perhitungan pajak.</p>
<p>(sumber : Standar Akuntansi Keuangan, 2007)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asil4dworld.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asil4dworld.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asil4dworld.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asil4dworld.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asil4dworld.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asil4dworld.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asil4dworld.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asil4dworld.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asil4dworld.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asil4dworld.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asil4dworld.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asil4dworld.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asil4dworld.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asil4dworld.wordpress.com/195/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asil4dworld.wordpress.com&amp;blog=1172196&amp;post=195&amp;subd=asil4dworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asil4dworld.wordpress.com/2010/04/13/pengaruh-penggunaan-nilai-pasar-wajar-dalam-perlakuan-akuntansi-aset-tetap-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cace312dba25924c0e803df2b92e3e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asil4dworld</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TOEFL, TOEIC, IELTS</title>
		<link>http://asil4dworld.wordpress.com/2009/12/08/toefl-toeic-ielts/</link>
		<comments>http://asil4dworld.wordpress.com/2009/12/08/toefl-toeic-ielts/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 08:40:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asil4dworld</dc:creator>
				<category><![CDATA[my world]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asil4dworld.wordpress.com/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[sometime we find it is difficult to understand foreign language. foreign language itself can be easily interpreted as the language other than our native language. for example, for me any language other than javanesse and indonesian language belong to foreign language. united nations acknowledge four or five languages (i forgot the detail) used as language [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asil4dworld.wordpress.com&amp;blog=1172196&amp;post=184&amp;subd=asil4dworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sometime we find it is difficult to understand foreign language. foreign language itself can be easily interpreted as the language other than our native language. for example, for me any language other than javanesse and indonesian language belong to foreign language. united nations acknowledge four or five languages (i forgot the detail) used as language in their forum. so, those five languages  maybe can be referred as international language. but, for most people, major foreign language is english language.</p>
<p>some job vacancies and scholarships require any applicants to have abilities to communicate by using foreign language. those abilities can be measured or quantified by using some test tools. the most popular test tool maybe the one named TOEFL. some other test such as IELTS and TOIEC.</p>
<p>confused about the differences between those kind of test&#8230;?? you will find the answer here<span id="more-184"></span></p>
<p>TOEFL : evaluates the potential success of an individual to use and understand standard American English at a college level. It is required for non-native applicants at many US and other English-speaking colleges and universities</p>
<p>TOEIC : measures the ability of non-native English-speaking people to use English in everyday work activities. The TOEIC was developed by ETS (Educational Testing Service) in the United States following a request from the Japanese Ministry of Foreign Trade and Industry (MITI)</p>
<p>IELTS : a test of English language proficiency. It is jointly managed by the University of Cambridge ESOL Examinations, the British Council and IDP Education Australia.</p>
<p>confused about the comparison from the result score for each test&#8230;? you can find on the table below&#8230;</p>
<p>The table below shows comparisons between various test scores and level systems (like TOEIC, TOEFL and IELTS) and the VEC level system.  Use this table to compare your own score or VEC level with the approximate equivalent score of another test.</p>
<table border="1" cellspacing="1" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top"><strong>TOEIC</strong></td>
<td valign="top"><strong>TOEFL<br />
Paper</strong></td>
<td valign="top"><strong>TOEFL<br />
CBT</strong></td>
<td valign="top"><strong>TOEFL<br />
IBT</strong></td>
<td valign="top"><strong>IELTS</strong></td>
<td valign="top"><strong>VEC<br />
Online Score</strong></td>
<td valign="top"><strong>Approximate<br />
VEC Level</strong></td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="2">0 &#8211; 250</td>
<td valign="top">0 &#8211; 310</td>
<td valign="top">0 &#8211; 30</td>
<td valign="top">0 &#8211; 8</td>
<td valign="top">0 &#8211; 1</td>
<td valign="top">0 &#8211; 34</td>
<td valign="top"><a href="http://www.vec.ca/english/1/levels.cfm">2</a></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">310 &#8211; 343</td>
<td valign="top">33 &#8211; 60</td>
<td valign="top">9 &#8211; 18</td>
<td valign="top">1 &#8211; 1.5</td>
<td valign="top">35 &#8211; 38</td>
<td valign="top"><a href="http://www.vec.ca/english/1/levels.cfm">3</a></td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="2">255 &#8211; 400</td>
<td valign="top">347 &#8211; 393</td>
<td valign="top">63 &#8211; 90</td>
<td valign="top">19 &#8211; 29</td>
<td valign="top">2 &#8211; 2.5</td>
<td valign="top">39 &#8211; 45</td>
<td valign="top"><a href="http://www.vec.ca/english/1/levels.cfm">4 &#8211; 5 </a></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">397 &#8211; 433</td>
<td valign="top">93 &#8211; 120</td>
<td valign="top">30 &#8211; 40</td>
<td valign="top">3 &#8211; 3.5</td>
<td valign="top">46 &#8211; 53</td>
<td valign="top"><a href="http://www.vec.ca/english/1/levels.cfm">6 &#8211; 7 </a></td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="2">405 &#8211; 600</td>
<td valign="top">437 &#8211; 473</td>
<td valign="top">123 &#8211; 150</td>
<td valign="top">41 &#8211; 52</td>
<td valign="top">4</td>
<td valign="top">54 &#8211; 57</td>
<td valign="top"><a href="http://www.vec.ca/english/1/levels.cfm">8</a></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">477 &#8211; 510</td>
<td valign="top">153 &#8211; 180</td>
<td valign="top">53 &#8211; 64</td>
<td valign="top">4.5 &#8211; 5</td>
<td valign="top">58 &#8211; 65</td>
<td valign="top"><a href="http://www.vec.ca/english/1/levels.cfm">9 &#8211; 10 </a></td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="2">605 &#8211; 780</td>
<td valign="top">513 &#8211; 547</td>
<td valign="top">183 &#8211; 210</td>
<td valign="top">65 &#8211; 78</td>
<td valign="top">5.5 &#8211; 6</td>
<td valign="top">66 &#8211; 73</td>
<td valign="top"><a href="http://www.vec.ca/english/1/levels.cfm">11 &#8211; 12 </a></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">550 &#8211; 587</td>
<td valign="top">213 &#8211; 240</td>
<td valign="top">79 &#8211; 95</td>
<td valign="top">6.5 &#8211; 7</td>
<td valign="top">74 &#8211; 81</td>
<td valign="top"><a href="http://www.vec.ca/english/1/levels.cfm">13 &#8211; 14 </a></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">785 &#8211; 990</td>
<td valign="top">590 &#8211; 677</td>
<td valign="top">243 &#8211; 300</td>
<td valign="top">96 &#8211; 120</td>
<td valign="top">7.5 &#8211; 9</td>
<td valign="top">82 &#8211; 100</td>
<td valign="top"><a href="http://www.vec.ca/english/1/levels.cfm">15</a></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><strong>Top Score</strong></td>
<td valign="top"><strong>Top Score</strong></td>
<td valign="top"><strong>Top Score</strong></td>
<td valign="top"><strong>Top Score</strong></td>
<td valign="top"><strong>Top Score</strong></td>
<td valign="top"><strong>Top Score</strong></td>
<td valign="top"><strong>Top Level</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><strong>990</strong></td>
<td valign="top"><strong>677</strong></td>
<td valign="top"><strong>300</strong></td>
<td valign="top"><strong>120</strong></td>
<td valign="top"><strong>9</strong></td>
<td valign="top"><strong>100</strong></td>
<td valign="top"><a href="http://www.vec.ca/english/1/levels.cfm"><strong>15</strong></a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Those information include the table were taken from <a title="Vancouver English Center" href="http://secure.vec.bc.ca/toefl-equivalency-table.cfm">here</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asil4dworld.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asil4dworld.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asil4dworld.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asil4dworld.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asil4dworld.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asil4dworld.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asil4dworld.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asil4dworld.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asil4dworld.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asil4dworld.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asil4dworld.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asil4dworld.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asil4dworld.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asil4dworld.wordpress.com/184/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asil4dworld.wordpress.com&amp;blog=1172196&amp;post=184&amp;subd=asil4dworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asil4dworld.wordpress.com/2009/12/08/toefl-toeic-ielts/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cace312dba25924c0e803df2b92e3e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asil4dworld</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>chevening scholarship 2010/2011</title>
		<link>http://asil4dworld.wordpress.com/2009/12/04/chevening-scholarship-20102011/</link>
		<comments>http://asil4dworld.wordpress.com/2009/12/04/chevening-scholarship-20102011/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 12:33:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asil4dworld</dc:creator>
				<category><![CDATA[my world]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asil4dworld.wordpress.com/2009/12/04/chevening-scholarship-20102011/</guid>
		<description><![CDATA[Chevening scholarships are prestigious awards and highly sought after by people from all over the world who want to make a difference. There are over 17,000 applications for about 1000 awards in 2009/10. A typical successful applicant is: A graduate with the personal, intellectual and interpersonal qualities necessary for leadership. These include: - influencing and [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asil4dworld.wordpress.com&amp;blog=1172196&amp;post=178&amp;subd=asil4dworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Chevening scholarships are prestigious awards and highly sought after by people from all over the world who want to make a difference. There are over 17,000 applications for about 1000 awards in 2009/10. A typical successful applicant is:</p>
<p>A graduate with the personal, intellectual and interpersonal qualities necessary for leadership. These include:<span id="more-178"></span></p>
<p>-       influencing and communications skills, leadership track record, networking ability, ambition, plans for the future</p>
<p>-       intelligence, academic potential, drive, self management, strength of character, integrity, interests outside work</p>
<p>* Motivated to make a career that will take them to positions of leadership in their own country within 10 years of their scholarship</p>
<p>* Committed to networking to find global solutions</p>
<p>* Able to use their studies and experience in the UK to benefit themselves, their countries and the UK</p>
<p>Applicants must:</p>
<p>* Have good English Language skills and an IELTS score of 6.5 (or its equivalent) for admission to postgraduate courses</p>
<p>* Meet the academic requirements for their courses of study</p>
<p>Rowena Rompas</p>
<p>British Council</p>
<p>Indonesia Stock Exchange Tower II,</p>
<p>16th Floor</p>
<p>Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53</p>
<p>Jakarta 12190</p>
<p>Indonesia</p>
<p>Phone number: +62 21 515 5561</p>
<p>Fax number : +62 21 515 5562</p>
<p>E-mail address: rowena.rompas@britishcouncil.or.id</p>
<p>Application Deadline 2010/11</p>
<p>Open   &#8211; 01/10/2009</p>
<p>Closed &#8211; 31/12/2009</p>
<p>British Council / FCO Embassy Links</p>
<p><a href="http://ukinindonesia.fco.gov.uk/">http://ukinindonesia.fco.gov.uk</a>/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asil4dworld.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asil4dworld.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asil4dworld.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asil4dworld.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asil4dworld.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asil4dworld.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asil4dworld.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asil4dworld.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asil4dworld.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asil4dworld.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asil4dworld.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asil4dworld.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asil4dworld.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asil4dworld.wordpress.com/178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asil4dworld.wordpress.com&amp;blog=1172196&amp;post=178&amp;subd=asil4dworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asil4dworld.wordpress.com/2009/12/04/chevening-scholarship-20102011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cace312dba25924c0e803df2b92e3e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asil4dworld</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>sungkeman</title>
		<link>http://asil4dworld.wordpress.com/2009/09/28/sungkeman/</link>
		<comments>http://asil4dworld.wordpress.com/2009/09/28/sungkeman/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 10:00:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asil4dworld</dc:creator>
				<category><![CDATA[my world]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asil4dworld.wordpress.com/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[apa yang kalian rindukan dari lebaran? apa yang kalian rindukan dari idul fitri? apa yang kalian rindukan dari tanggal 1 syawal? yah jawabannya si hampir pasti akan bermacam-macam&#8230;. makanan dengan segala jenisnya. ketupat. opor ayam&#8230; ataupun dengan angpau di hari lebaran? atau malah senang2 karena ga usah puasa lagi?? yah bermacam-macam jawaban yang tentunya masing-masing [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asil4dworld.wordpress.com&amp;blog=1172196&amp;post=162&amp;subd=asil4dworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>apa yang kalian rindukan dari lebaran?</p>
<p>apa yang kalian rindukan dari idul fitri?</p>
<p>apa yang kalian rindukan dari tanggal 1 syawal?</p>
<p>yah jawabannya si hampir pasti akan bermacam-macam&#8230;. makanan dengan segala jenisnya. ketupat. opor ayam&#8230; ataupun dengan angpau di hari lebaran? atau malah senang2 karena ga usah puasa lagi??<span id="more-162"></span></p>
<p>yah bermacam-macam jawaban yang tentunya masing-masing pemeberi jawaban memiliki alasan masing-masing tentang kenapa mereka memberikan jawaban tersebut&#8230;</p>
<p>untuk saya pribadi, jika pertanyaan tersebut dialamatkan ke saya untuk sekitar 3 tahun kebelakang jawabannya kemungkinan besar akan sangat berbeda dengan kalau pertanyaan tersebut diajukan kepada saya untuk periode sebelumnya.</p>
<p>untuk periode sebelum 3 tahun kebelakang tersebut mungkin jawaban saya bisa macem-macem. yang intinya si masih berputar pada makanan, angpo, dll</p>
<p>kalau untuk periode 3 tahun kebelakang tersebut jawaban saya adalah satu. hal yang paling dirindukan ketika idul fitri atau lebaran yang selalu jatuh pada tanggal 1 syawal setiap tahunnya tersebut adalah <span style="text-decoration:line-through;">ritual</span> sungkeman bersama keluarga.</p>
<p>yah&#8230; kegiatan tersebut hampir ga pernah dilupakan ketika kami mengalami idul fitri atau lebaran. dan urut-urutannya dapat dikatakan selalu pasti. pertama adalah ibu yang sungkem ke bapak, dilanjutin mas yang sungkem ke bapak, trus ke ibu dan kemudian saya trus dilanjutkan adik saya. di sela-sela itulah saya beserta mas dan adik saya juga sungkeman.</p>
<p>urutan sedikit berubah ketika mas udah nikah. maka antara giliran dia dan saya ada giliran mbak ipar saya&#8230;.</p>
<p>baru habis itu sungkeman ke tempat sodara-sodara yang lain. terutama sodara-sodara  yang secara umur lebih senior dari bapak dan ibu..</p>
<p>bagi saya pribadi *ga tau kenapa* momen sungkeman bisa berarti momen pencurahan air mata berlebih (baca : nangis). terutama ketika sungkem kepada bapak ama ibu&#8230;</p>
<p>ga tau kenapa&#8230; yah rasanya beda aja. dan setelah acara sungkem tersebut kayaknya perasaan menjadi lebih lega. mungkin kayak orang yang menahan untuk buang hajat sekian lama sampai akhirnya dia menemukan tempat untuk buang hajat tersebut *halah*&#8230;</p>
<p>atau mungkin bisa juga diibaratkan momen sungkeman kepada orang tua tersebut seperti momen &#8220;pengakuan dosa&#8221; kepada kedua orang tua yang kemudian bisa merasa lega setelah diberikan maaf oleh mereka&#8230;. walaupun saya pribadi sebenarnya yakin orang tua pada dasarnya akan selalu memaafkan anaknya tanpa diminta oleh anak mereka.</p>
<p>dan satu yang pasti adalah ucapan bapak setiap sungkeman intinya adalah selalu ini</p>
<p><em><strong>&#8220;tak trima bektimu marang wong tuwomu</strong></em></p>
<p><em><strong>sing tuwo sing akeh lupute</strong></em></p>
<p><em><strong>sing enom sing gedhe pangapurane</strong></em></p>
<p><em><strong>luputku luputmu tansah dilebur ing dino bodho iki</strong></em></p>
<p><em><strong>muga iso menangi bodho maneh&#8221;</strong></em></p>
<p>hmmm&#8230;.</p>
<p>*pengen segera sungkem lagi sambil membawa<strong> </strong>&#8220;<strong>&#8220;teman&#8221;</strong>-yang sudah ditanyakan oleh banyak orang&#8221;*</p>
<p>padahal intinya mo bilang ini&#8230;</p>
<p>taqobalallohu minna wa minkum</p>
<p>shiyamana wa shiyamaku</p>
<p>mohon maaf lahir batin</p>
<p>semoga Alloh SWT menerima amal ibadah puasa kita</p>
<p>dan kita diberik kesempatan bertemu dengan bulan ramadhan berikutnya&#8230;</p>
<p> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asil4dworld.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asil4dworld.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asil4dworld.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asil4dworld.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asil4dworld.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asil4dworld.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asil4dworld.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asil4dworld.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asil4dworld.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asil4dworld.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asil4dworld.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asil4dworld.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asil4dworld.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asil4dworld.wordpress.com/162/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asil4dworld.wordpress.com&amp;blog=1172196&amp;post=162&amp;subd=asil4dworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asil4dworld.wordpress.com/2009/09/28/sungkeman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cace312dba25924c0e803df2b92e3e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asil4dworld</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KTT G-20 2009 Pittsburg</title>
		<link>http://asil4dworld.wordpress.com/2009/09/28/ktt-g-20-2009-pittsburg/</link>
		<comments>http://asil4dworld.wordpress.com/2009/09/28/ktt-g-20-2009-pittsburg/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 04:02:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asil4dworld</dc:creator>
				<category><![CDATA[my world]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asil4dworld.wordpress.com/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[konferensi tingkat tinggi negara maju atau biasa disebut G-8 digantikan dengan gabungan negara yang lebih banyak, yaitu 20 negara. dan entah merupakan kabar baik ataukah kabar buruk Indonesia menjadi bagian dari 20 negara tersebut. berita selengkapnya bisa dilihat disini hasil dari konferensi selama dua hari tersebut adalah: G-20, yang menyatukan negara-negara maju dan berkembang penyumbang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asil4dworld.wordpress.com&amp;blog=1172196&amp;post=158&amp;subd=asil4dworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>konferensi tingkat tinggi negara maju atau biasa disebut G-8 digantikan dengan gabungan negara yang lebih banyak, yaitu 20 negara. dan entah merupakan kabar baik ataukah kabar buruk Indonesia menjadi bagian dari 20 negara tersebut. berita selengkapnya bisa dilihat <a title="G-20" href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/09/26/05142462/g-20.resmi.gantikan.g-8">disini</a></p>
<p>hasil dari konferensi selama dua hari tersebut adalah:<span id="more-158"></span></p>
<ol>
<li>G-20, yang menyatukan negara-negara maju dan berkembang penyumbang 90 persen terhadap ekonomi global, akan menggantikan peran Kelompok Delapan (G-8) sebagai forum utama ekonomi para pemimpin.</li>
<li>Negara-negara berkembang akan menerima atau menanggung sedikitnya 5 persen dari hak suara pada Dana Moneter Internasional (IMF).</li>
<li>G-20 akan berkoordinasi untuk menemukan waktu yang tepat untuk mengurangi langkah-langkah stimulus ekonomi pemerintah. Ini adalah bagian dari upaya untuk ”mengembalikan pertumbuhan dunia menjadi tinggi, berkelanjutan, dan seimbang”. Para menteri keuangan bertemu pada November 2009.</li>
<li>Kompensasi ”berlebihan” bagi para eksekutif di sektor perbankan akan diakhiri. Selama ini bonus bukan didapat karena prestasi, tetapi karena omzet bisnis, yang dilakukan secara sembrono. G-20 menentang pemberian jaminan bonus multitahun, mendesak transparansi yang lebih besar, dan menyerukan Dewan Stabilitas Keuangan (Financial Forum Stability) G-20 untuk mengusulkan langkah-langkah baru pengawasan sektor keuangan pada Maret 2010.</li>
<li>G-20 akan membuat penahapan peraturan baru untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas modal bank. Kekurangan modal bank dipandang sebagai kekurangan utama dalam krisis ekonomi global. G-20 menetapkan tujuan pengembangan aturan di sektor keuangan pada akhir 2010 dan hasilnya akan diimplementasikan pada akhir 2012.</li>
<li>Otoritas yang mengawasi peraturan akuntansi internasional harus meningkatkan standar global pada Juni 2011 untuk mengurangi kesenjangan peraturan di antara negara-negara anggota G-20.</li>
<li>Pemerintah harus menghilangkan praktik pemberian fasilitas bebas pajak (<em>tax havens</em>) pada Maret 2010 atau negara-negara yang mempertahankan fasilitas itu menghadapi konsekuensi internasional.</li>
<li>G-20 akan memulai sistem pengkajian yang tajam. Para ekonom di masing-masing negara anggota G-20 dapat memberikan saran soal kebijakan kepada orang lain. Mereka sepakat membentuk modalitas soal pemberian saran pada November 2009 dengan tujuan agar bisa memulai penyusunan saran pada Februari 2010.</li>
</ol>
<p>diambil dari <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/09/27/06263652/pokok-pokok.kesepakatan.di.pittsburgh">ini</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asil4dworld.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asil4dworld.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asil4dworld.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asil4dworld.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asil4dworld.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asil4dworld.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asil4dworld.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asil4dworld.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asil4dworld.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asil4dworld.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asil4dworld.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asil4dworld.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asil4dworld.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asil4dworld.wordpress.com/158/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asil4dworld.wordpress.com&amp;blog=1172196&amp;post=158&amp;subd=asil4dworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asil4dworld.wordpress.com/2009/09/28/ktt-g-20-2009-pittsburg/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cace312dba25924c0e803df2b92e3e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asil4dworld</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>selepas kau pergi</title>
		<link>http://asil4dworld.wordpress.com/2009/09/15/selepas-kau-pergi/</link>
		<comments>http://asil4dworld.wordpress.com/2009/09/15/selepas-kau-pergi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2009 04:22:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asil4dworld</dc:creator>
				<category><![CDATA[my world]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asil4dworld.wordpress.com/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[selamat tinggal bayangmu&#8230; pergilah jauh dariku&#8230; usah kau hampiri&#8230; selagi kau masih belum sendiri&#8230; &#8220;Ya Alloh, jika dia memang jodohku maka dekatkanlah dia kepadaku&#8230; dan jika dia memang bukan jodohku maka berikanlah aku jodoh yang semoga lebih baik daripada dia serta berikanlah dia jodoh yang semoga lebih baik daripada aku&#8230;&#8221;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asil4dworld.wordpress.com&amp;blog=1172196&amp;post=154&amp;subd=asil4dworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>selamat tinggal bayangmu&#8230;</p>
<p>pergilah jauh dariku&#8230;</p>
<p>usah kau hampiri&#8230;</p>
<p>selagi kau masih belum sendiri&#8230;</p>
<p>&#8220;Ya Alloh, jika dia memang jodohku maka dekatkanlah dia kepadaku&#8230; dan jika dia memang bukan jodohku maka berikanlah aku jodoh yang semoga lebih baik daripada dia serta berikanlah dia jodoh yang semoga lebih baik daripada aku&#8230;&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asil4dworld.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asil4dworld.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asil4dworld.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asil4dworld.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asil4dworld.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asil4dworld.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asil4dworld.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asil4dworld.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asil4dworld.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asil4dworld.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asil4dworld.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asil4dworld.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asil4dworld.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asil4dworld.wordpress.com/154/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asil4dworld.wordpress.com&amp;blog=1172196&amp;post=154&amp;subd=asil4dworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asil4dworld.wordpress.com/2009/09/15/selepas-kau-pergi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cace312dba25924c0e803df2b92e3e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asil4dworld</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>berai &#8211; sheila on 7</title>
		<link>http://asil4dworld.wordpress.com/2009/07/23/berai-sheila-on-7/</link>
		<comments>http://asil4dworld.wordpress.com/2009/07/23/berai-sheila-on-7/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 17:11:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asil4dworld</dc:creator>
				<category><![CDATA[my world]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asil4dworld.wordpress.com/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[Sheila On 7 – Berai Intro : Am7 G (4x) (melodi) am g c Terlambatkah tepati janji am g c Saat kau melangkah ’tuk pergi F7 em Yakinkah ini semua, yang telah kita bina dm Terjaga oleh kelam Bb Dan terimbas dengan seram ** am g c Kau kemasi kasih sayangmu am g c Bergegas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asil4dworld.wordpress.com&amp;blog=1172196&amp;post=149&amp;subd=asil4dworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sheila On 7 – Berai</p>
<p>Intro : Am7 G (4x) (melodi)<br />
am           g c<br />
Terlambatkah tepati janji<br />
am             g           c<br />
Saat kau melangkah ’tuk pergi<br />
F7                      em<br />
Yakinkah ini semua, yang telah kita bina<br />
dm<br />
Terjaga oleh kelam<br />
Bb<br />
Dan terimbas dengan seram</p>
<p>**</p>
<p>am          g           c<br />
Kau kemasi kasih sayangmu<br />
am          g              c<br />
Bergegas ambil langkah sendu<br />
F7                     em<br />
Yakinlah ini semua, yang harus kita rasa<br />
dm<br />
Terjaga oleh kelam<br />
Bb<br />
Dan terimbas dengan seram</p>
<p>Reff :</p>
<p>c            g      am<br />
Haruskah kau ’kan pergi<br />
c           g       am<br />
Bila semua ’kan sepi<br />
c               g  am<br />
Haruskah kau kembali<br />
f7       g         am<br />
Saat kau baca lirih ini</p>
<p>balik ke **</p>
<p>lyric diambli dari <a href="http://liriklaguindonesia.net/s/sheila-on-7/sheila-on-7-berai/">sini</a></p>
<p><a href="http://www.4shared.com/file/120122276/3f881cfc/Sheila_On_7_-_Berai.html">download lagunya</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asil4dworld.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asil4dworld.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asil4dworld.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asil4dworld.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asil4dworld.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asil4dworld.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asil4dworld.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asil4dworld.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asil4dworld.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asil4dworld.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asil4dworld.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asil4dworld.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asil4dworld.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asil4dworld.wordpress.com/149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asil4dworld.wordpress.com&amp;blog=1172196&amp;post=149&amp;subd=asil4dworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asil4dworld.wordpress.com/2009/07/23/berai-sheila-on-7/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cace312dba25924c0e803df2b92e3e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asil4dworld</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
